Monday, May 16, 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 10. Promosi

Promosi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang penting bagi perusahaan dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan  serta meningkatkaan kualitas penjualan untuk meningkatkan kegiatan pemasaran dalam hal memasarkan barang atau jasa dari suatu perusahaan 

Promosi adalah suatu aktivitas komunikasi dari pemilik produk atau jasa yang ditujukan kepada masyarakat, dengan tujuan supaya produk atau jasa, merek dan nama perusahaan dapat dikenal masyarakat sekaligus mempengaruhi masyarakat supaya mau membeli serta menggunakan produk atau jasa perusahaan.
Promosi yaitu kegiatan dari pemasaran maupun penjualan dalam rangka untuk meninformasikan dan mendorong permintaan konsumen terhadap produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan mempengaruhi konsumen supaya membeli produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan.

Tujuan Promosi 


Menurut Henry Simamora (2001:754) ada beberapa alasan para pemasar melakukan promosi : 
  1. Menyediakan informasi 
    Pembeli dan penjual mendapat manfaat dari fungsi informasional yang sanggup dilakukan oleh promosi. Para pembeli menemukan program baru yang dapat membantunya dan para penjual dapat menginformasikan kepada calon pelanggan tentang barang dan jasa. 
  2. Merangsang permintaan 
    Para pemasar menginginkan konsumen membeli produknya dan mereka menggunakan promosi untuk membuat konsumen melakukan permintaan. 
  3. Membedakan produk 
    Organisasi-organisasi mencoba membedakan mereka dan produknya melalui penggunaan promosi, khususnya produk yang tidak banyak berbeda dari para pesaingnya. 
  4. Mengingatkan para pelanggan saat ini Mengingatkan para pelanggan akan manfaat dari produk perusahaan bisa mencegah mereka berpaling kepada pesaing pada saat mereka memutuskan untuk mengganti atau memutakhirkan produknya.  
  5. Menghadang pesaing Promosi dapat digunakan untuk menghadapi upaya pemasaran dari pesaing untuk melawan kampanye periklanannya. 
  6. Menjawab berita negatif Kadangkala kompetisi bukanlah penjualan produk serupa dan perusahaan lainnya. Seringkali perusahaan menjadi korban publisitas dan pemalsuan 
  7. Memuluskan fluktuasi-fluktuasi permintaan Perusahaan bnayak mengalami tantangan-tantangan permintaan musiman, dimana para pelanggan membeli lebih banyak selama beberapa bulan tertentu dan berkurang pada bulan-bulan lainnya. Promosi membantu mengisi kesenjangan yang ada diantara kepincangan-kepincangan permintaan musiman tersebut. 
Baruan promosi (Promotional Mix)


1.  Periklanan (Advertising) 
Periklanan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impresional yang digunakan oleh perusahaan barang atau jasa. Peranan periklanan dalam pemasaran jasa adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan jasa yang ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut, dan membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan lain. 

2.  Penjualan Perseorangan (Personal selling) 
Penjualan perseorangan mempunyai peranan penting dalam pemasaran, karena : 
  • Interaksi secara personal antara penyedia jasa dan konsumen sangat penting. 
  • Jasa tersebut disediakan oleh orang, bukan mesin 
  • Orang merupakan bagian dari produk jasa. 


Bila dibandingkan dengan media perikanan, maka pesan yang disampaikan melalui media ini ditujukan kepada orang-orang yang sebenarnya bukan prospek  (calon pembeli) sebaliknya, melalui penjualan perorangan perusahaan sudah berhadapan dengan calon pembeli potensial. 

3.  Promosi Penjualan 
Promosi penjualan adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya.  

Promosi penjualan dapat diberikan kepada :  
  • Konsumen, berupa penawaran cuma – cuma, sampel, demo produk, kupon, pengembalian tunai, hadiah, kontes, dan garansi.  
  • Perantara, berupa barang cuma – cuma, diskon, iklan kerja sama, distribution contests, penghargaan.  
  • Tenaga penjualan, berupa bonus, penghargaan , dan hadiah untuk tenaga penjualan terbaik.  


4.  Hubungan Masyarakat (Public Relational)  
Hubungan masyarakat merupakan kiat pemasaran penting lainnya, di mana perusahaan tidak hanya harus berhubungan dengan pelanggan, pemasok, dan penyalur, tetapi juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan publik yang lebih besar.

Hubungan masyarakat sangat peduli terhadap beberapa tugas pemasaran, antara lain :  
  • Membangun citra.  
  • Mendukung aktivitas komunikasi lainnya.  
  • Mengatasi permasalahan dan isu yang ada. 
  • Memperkuat positioning perusahaan.  
  • Memengaruhi publik yang spesifik.  
  • Mengadakan peluncuran untuk produk / jasa baru.  
Program hubungan masyarakat, antara lain:  
  • Publikasi.  
  • Acara – acara penting.  
  • Hubungan dengan investor.  
  • Pameran.  
  • Mensponsori beberapa acara.  
5.  Informasi dari Mulut ke Mulut (Word of Mouth)  
Dalam hal ini peranan orang sangat penting dalam mempromosikan jasa. Pelanggan sangat dekat dengan penyampaian jasa. Dengan kata  lain pelanggan tersebut akan berbicara kepada pelanggan lain yang berpotensial tentang pengalamannnya. Sehingga informasi dari mulut  -  kemulut ini sangat besar pengaruhnya dan dampaknya terhadap pemasaran dibandingkan dengan aktivitas komunikasi lainnya.  

6.  Pemasaran Langsung (Direct Marketing)  
Pemasaran langsung merupakan unsur terakhir dalam bauran komunikasi dan promosi. 

Sumber :
1. http://www.pengertianku.net/2015/12/pengertian-promosi-dan-tujuannya.html
2. http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-promosi-definisi-tujuan.html

Sunday, May 8, 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 9. - Proposal Bisnis

Para pelaku usaha seringkali dihadapkan pada keharusan untuk membuat proposal usaha. Sebagian orang yang belum memahami pengertian proposal usaha dan tujuan pembuatannya cenderung menganggap remeh hal ini. Beberapa orang beranggapan penyusunan proposal usaha tidaklah penting dan cukup menyita waktu terutama saat usaha sedang dirintis sehingga membutuhkan banyak perhatian. Padahal di waktu-waktu tertentu, proposal usaha ini sangat diperlukan untuk pengembangan usaha dan mengevaluasi suatu usaha.
Nah, pengertian dari proposal usaha ini adalah sebuah dokumen yang disusun oleh seorang pelaku usaha yang mengambarkan usahanya secara keseluruhan termasuk semua unsur-unsur yang terkait dengan usaha tersebut baik unsur internal maupun unsur eksternal.
Manfaat Proposal Usaha

Ada beberapa manfatat yang dapat diperoleh wirausahawan dengan penyusunan proposal usaha/bisnis, yaitu sebagai berikut.
1)  Berguna untuk membandingkan antara perkiraandengan hasil yang nyata.
2)  Membantu wirausahawan untuk mengembangkan dan menguji strategidan hasil yang diharapkandari sudut pandang pihak lain.
3) Menyediakan alat komunikasi bagi wirausahawan untuk memaparkan dan meyakinkan gagasannya kepada pihak lain secara menyeluruh.
4) Membantu wirausahawan untuk dapat berpikir kritis dan objektif atas bidang usaha yang akan dimasukinya.
5) Persaingan faktor ekonomi dan analisis finansial yang masuk dalam subjek proposal usaha dapat mendekati asumsi-asumsi secara cermat, mengenai seberapa besar tingkat keberhasilan usaha.

Adapun manfaat lain dari proposal usaha adalah semakin jelasnya sumber-sumber keuangan. Hal ini dimungkinkan karena hal berikut ini.
1) Proposal usaha dapat menjadi sebuah gambaran awal dan seberapa jauh kemampuan manajerial seseorang wirausahawan.
2) Dapat mengidentifikasikan adanya risiko kritis pada saat penting, guna memudahkan penentuan langkah antisipasi.
3) Memberikan informasi potensi pasar dan perkiraan market share yang mungkin diraih.
4) Memberikan sumber-sumber finansial yang jelas, dokumen ringkas yang mengandung informasi penting dan evaluasi finansial.
5) Memberikan gambaran tentang kemampuan wirausahawan untuk memenuhikewajibannya.

Oleh karena proposal usaha itu dibuat bukan untuk dikonsumsi sendiri, melainkan untuk pihak lain yang terkait, seperti bankir, investor, konsumen, konsultan, pengacara, pemerintah daerah, dan sebagainya, maka wirausahawan dalam menyajikan proposal usaha harus selengkap mungkin. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan sederhana.

Ada beberapa hal yang sebaiknya dimiliki oleh wirausahawan atau tim penyusun proposal usaha, yaitu sebagai berikut.
1)      Pengetahuan, teknologi, daya kreatifitas, inisiatif, dan inovatif.
2)      Kemampuan membuat proyeksi keuangan.
3)      Kemampuan dalam bidang pemasaran.
4)      Pengalaman dalam bidang usaha yang digelutinya.

Keseluruhan isi proposal usaha mendorong wirausahawan untuk menganalisis keseluruhanaspek usaha dan mempersiapkan alternatif strategi yang efektif untuk menghadapi situasi yang ada.

Sistematika Penyusunan Proposal Usaha

Ada beberapa sistematika yang bisa digunakan untuk menyusun sebuah proposal. Salah satu sistematika penyusunan proposal usaha yang tergolong cukup sederhana namun lengkap yakni sistematika proposal usaha yang terdiri dari 6 bagian.

1. Latar belakang

Bagian ini menjelaskan secara singkat mengenai pendirian suatu usaha, persaingan yang dihadapi, peluang-peluang yang masih terbuka, fasilitas usaha yang dimiliki serta prospek usaha tersebut di masa depan.

2. Data pemilik usaha

Bagian ini merinci identitas lengkap pemilik usaha termasuk pendidikan terakhir dan keterampilan atau pengalaman yang mendukung usahanya.

3. Data mengenai usaha

Bagian ini merinci seluruh data yang berkaitan dengan usaha mulai dari nama usaha, alamat usaha, bidang usaha, waktu pendirian usaha dan susunan pengelola usaha.

4. Kegiatan produksi dalam usaha

Bagian ini menjelaskan peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan produksi dalam usaha, kapasitas produksi, bahan baku yang digunakan dalam proses produksi beserta rincian harganya, dan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam produksi.

5. Kegiatan pemasaran usaha

Bagian ini menjabarkan strategi pemasaran yang digunakan, area-area pemasaran, dan segmen konsumen yang dibidik.

6. Rincian keuangan usaha

Pada bagian ini seorang pelaku usaha harus bisa menyusun rincian keuangan dalam usahanya mulai dari modal awal, biaya pembelian bahan baku, biaya pembelian peralatan dan perlengkapan, biaya promosi, gaji tenaga kerja, dan biaya-biaya lainnya yang dibutuhkan dalam operasional usaha. Pada bagian ini pula perlu disampaikan keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu usaha. (Baca juga: Contoh Proposal Bisnis)

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 8. - Menanggulangi Resiko Bisnis

Bila dalam ulasan sebelumnya kita membahas tentang Resiko berbisnis, kini kita akan membahas tentang menanggulangi resiko bisnis. Dalam menjalankan usaha atau bisnis kita pasti akan selalu menghadapi resiko-resiko yang harus kita tanggung. Kali ini kita akan mempersiapkan diri menghadapi berbagai resiko usaha yang mungkin akan kita hadapi.

Kita akan membahas sedikit mengenai manajemen resiko dimana kita akan mencoba menggunakannya untuk mengukur tingkat resiko sebuah usaha yang akan kita jalankan. Manajemen resiko ini sangat penting untuk kita lakukan karena meski kemungkinannya sangat kecil namun pasti kita akan menghadapi sebuah resiko yang harus kita ambil. Uraian kita kali ini akan menitik beratkan pada bagaimana langkah yang sebaiknya kita lakukan untuk mengurangi berbagai macam resiko dalam melakukan berbagai kegiatan usaha atau bisnis kita.

Untuk melindungi usaha yang kita jalankan melakukan manajemen resiko adalah suatu keharusan bagi kita. Dengan manajemen resiko kita akan mampu mengurangi berbagai resiko yang merugikan pada usaha kita. Dengan manajemen ini kita akan belajar mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai hal yang tidak kita inginkan.

Dalam menangani resiko usaha seperti ini sebanarnya langkah yang kita lakukan dapat dikatakan lebih cenderung ke sistem perencanaan. Perancanaan yang dimaksud akan berisi informasi mengenai berbagai resiko yang akan kita hadapi dan juga tentunya metode atau langkah pencegahan dan penanganannya.

Pada usaha yang baru didirikan manajemen resiko ini akan sangat berguna untuk menjaga aset yang dimiliki mulai dari modal uang, peralatan dan lain sebagainya. Lalu apa sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko kegiatan usaha yang kita jalankan tersebut?

1. Mengukur frekuensi atau jumlah kejadian

Agar dapat terhindar dari berbagai hal yang akan mengganggu atau bahkan menghancurkan usaha yang berjalan langkah yang pertama perlu kita lakukan adalah mengukur frekuensi atau jumlah kejadian dari resiko usaha yang akan kita hadapi.

Langkah ini akan membantu kita untuk mengetahui resiko apa saja yang akan sering kita hadapi dalam menjalankan berbagai aktivitas usaha. Keuntungan dari mengetahui frekunsi kejadian atau jumlah kejadian dari suatu resiko adalah kita akan mampu membuat strategi pencegahan dan penanganan resiko tersebut.

Dengan memiliki landasan informasi mengenai jumlah kejadian tersebut maka kita dapat membuat perencanaan yang bisa mengendalikan berbagai resiko yang akan kita hadapi tersebut. Bisa kita bayangkan, bagaimana proses perkembangan usaha yang memiliki perencanaan ini dan usaha yang tidak memiliki perencanaan untuk mengendalikan berbagai resiko tersebut.

2. Kerja Keras dan Selalu Berusaha


Setelah anda memulai dengan langkah yang tepat, kali ini anda harus menjalankan usaha anda dengan tepat yakni dengan selalu berusaha sekeras tenaga untuk terus mengembangkan usaha anda, sifat lain yang tak kalah penting ialah jangan mudah menyerah. Karena ketika terjadi sedikit masalah anda menyerah, maka hancurlah sudah kesempatan anda untuk meraih kesuksesan.

3.Tetap Fokus dan Jangn Buru-Buru


fokus merupakan hal yang wajib di lakukan oleh seorang wirasuaha, fokus terhadap usaha yang sedang di geluti dan selalu optimis mengembangkan usaha merupakan hal yang wajib di lakukan jika ingin terhindar dari kebangkrutan. Tetaplah fokus terhadap usaha yang sedang anda geluti, jangan sampai fokus anda teralihkan dengan usaha lain jika usaha pertama anda belum menuai kesuksesan. Ini di lakukan agar anda tidak bingung menjalankan banyak usaha secara bersamaan yang nantinya malah berimbas pada kehancuran usaha.

4. Mengukur tingkat keparahan kerugian


Untuk dapat menangani berbagai resiko dengan baik kita juga harus mengetahui tingkat kerugian yang dapat ditimbulkan oleh resiko tersebut. Oleh karena itu dalam manajemen resiko penting juga bagi kita untuk mengukur tingkat keparahan kerugian yang dapat ditimbulkan oleh sebuah resiko usaha.

Sederhananya seperti ini, ketika pertama kali memutuskan untuk melakukan kegiatan usaha atau membuka usaha kita akan mencari tahu resiko yang akan kita hadapi. Kita akan mempelajari apa saja yang bisa menjadi resiko kita dalam menjalankan kegiatan tersebut.

Biasanya kita akan mengetahui beberapa kendala, hambatan atau kesulitan yang akan menjadi sebuah resiko untuk kita ambil. Untuk mengurangi resiko usaha maka sebaiknya kita mengukur tingkat kerugian yang bisa ditimbulkan dari resiko tersebut.

Dengan mengukur tingkat keparahan kerugian ini maka kita dapat mengetahui kemampuan kita dalam mengatasi kemungkinan terburuk dari resiko yang kita ambil. Jika kita dapati sebuah resiko yang jauh di luar batas kemampuan kita maka tentu akan lebih baik jika kita menghindarinya terlebih dahulu.

Pemetaan dampak dari sebuah resiko ini akan memungkinkan kita untuk memilih mana saja resiko yang masih bisa kita tanggulangi jika memang kita harus mengambil keputusan. Selalu mengukur resiko dari berbagai hal yang akan kita hadapi atau kita lakukan dapat mengurangi resiko kerugian dalam usaha yang kita jalankan.

5. Berdoa dan Bersedekah



Setelah anda memulai usaha dengan langkah yang tepat, kemudian menjalaninya dengan penuh perjuangan dan usaha serta di barengi dengan fokus yang terarah kini saatnya anda berdoa kepada Tuhan YME, dan bersedekah kepada fakir miskin, karena bagaimanapun juga kita hidup harus terus berdoa dan bersedekah.

Sunday, April 24, 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 7.- Resiko Bisnis

Memulai suatu bisnis membutuhkan keberanian, tekad, dan manajemen serta strategi bisnis yang baik. Namun jika Anda telah melakukan semua itu, bukan berarti jaminan bahwa Anda akan terhindar dari resiko usaha. Dalam perkembangan dan perjalanan usaha, Anda pasti menghadapi kendala dan kesulitan, baik yang kecil maupun kendala yang besar. Kendala tersebut biasa kita kenal sebagai resiko usaha. Selain mendapatkan keuntungan dalam berbisnis, memiliki usaha berarti siap untuk menerima juga resiko usaha. Bahkan, bagi suatu usaha yang telah sukses sekalipun, bukan tidak mungkin menghadapi kendala yang bernama resiko usaha. Resiko usaha memang tidak bisa dipisahkan serta menjadi kesatuan dari bagian dari suatu bisnis atau usaha. Ketika memiliki suatu usaha, kerap kali resiko yang muncul tidak hanya disebabkan oleh faktor individu atau karyawan, namun bisa juga terjadi karena faktor manajemen, strategi, dan sistem perusahaan yang kurang baik.

Maka dari itu sebagai seoarang wirausaha kita harus mengetahui apa saja resiko yang nantinya di hadapi oleh pembisnis itu sendiri. Selain itu kita harus mengetahui bagaimana cara menanggulangi resiko yang ada agar nantinya ketika suatu masalah itu datang kita bisa mengatasinya dengan baik. Dan yang paling penting dalam berbisnis, kita harus menyiapkan mental yang kuat dan sikap yang tidak mudah menyerah, hal tersebut tentu saja di butuhkan ketika terjadi suatu masalah.

Nah, bagi anda para pembisnis khususnya yang masih pemula atau bagi anda yang masih calon wirausaha dan ingin mengetahui apa saja resiko dalam berbisnis bisa langsung membaca beberapa resiko bisnis di bawah ini.

1. Kerugian

Kerugian merupakan hal yang paling di takutkan oleh siapa saja terutama oleh pembisnis. Skala kerugian sendiri cukup bermacam-macam, bisa skala yang kecil dengan kerugian yang tidak begitu berdampak namun ada pula kerugian tingkat menengah sampai skala besar sehingga sangat berdampak terhadap bisnis yang di jalankan. Bahkan apabila kerugian tersebut tidak bisa di kendalikan akan mengakibatkan kebangkrutan.

Kami disini bukannya menakut-nakuti anda, karena memang kerugian pada dasarnya merupakan kebalikan dari keuntungan yang menjadi salah satu resiko bisnis yang paling dihindari. Dimana tujuan kita mendirikan usaha adalah mencari keuntungan, dan yang paling di hindari adalah kerugian. Maka dari itu kerugian merupakan hal yang patut di hindari sebisa mungkin.

Biasanya kerugian terjadi di karenakan banyak faktor, mulai dari pengambilan keputusan yang tidak tepat, menajemen yang kurang baik, pengalaman yang kurang dan juga bisa di sebabkan karena faktor ekternal seperti bencana alam, bahan baku yang sulit, minat konsumen yang menurut dan masih banyak lagi.

Namun perlu anda ketahui juga, tidak semua pembisnis yang mengalami kerugian berakhir dengan kebangkrutan, masih banyak di luar sana yang mengalami kerugian hebat sampai hampir bangkrut namun bisa bangkit dan bahkan bisa terus berkembang dan mendapatkan penghasilan yang berlipat. Mungkin hal tersebut terjadi karena pembisnis tersebut tidak putus asa dan mencari solusi yang tepat agar bisnisnya kembali lagi.

2. Persaingan Yang Ketat

Hidup di tahun 2015 seterusnya ini berbeda dengan hidup di tahun 2000 kebawah. Apabila di tahun tersebut persaingan bisnis sangat longgar dan sangat mudah mencari konsumen, maka saat ini sebaliknya. Dimana sekarang ini persaingan di dalam dunia usaha sangatlah ketat dan banyak pembisnis yang berebut pasar baik dengan cara yang sehat maupun dengan cara yang tidak sehat.

Maka dari itu sebaiknya persaingan tidak perlu terlalu di pikirkan, yang penting kita harus fokus dalam memproduksi atau memberikan jasa kepada konsumen kita. Intinya semakin baik kualitas yang kita berikan maka semakin setia juga konsumen kita terhadap produk atau layanan yang kita berikan.

3. Kondisi Pasar Yang Tidak Stabil

Saat ini kondisi pasar sangat sulit stabil, ini di karenakan perekonomian negara kita yang juga tidak stabil. Belum lagi di picu oleh ekonomi global yang mengalami tekanan akhir-akhir ini. Tak heran memang apabila kondisi pasar menjadi tidak stabil, seperti contohnya harga bahan baku, dimana harga bahan baku berubah sewaktu-waktu yang bisa membingungkan kita sebagai pembisnis. Ketika harga bahan baku naik, kita tidak bisa begitu saja menaikkan produk yang kita jual, karena hal tersebut bisa mengakibatkan konsumen kabur. Namun apabila harga tetap kita tentu mengalami kerugian. Maka solusinya bisa dengan cara mengurangi kuota produksi.

4. Butuh Kerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Kerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah merupakan bekal utama seorang wirausaha. Dan hal ini termasuk resiko usaha, dimana apabila kita tidak mau bekerja keras maka dapat di pastikan usaha yang kita jalankan tidak akan berjalan lancar dan ujung-ujungnya seperti pada poin pertama tadi yakni kerugian. Selain itu menjadi pembisnis itu harus fokus, jujur, tepat, ulet, rajin, tekun, berpikir cerdas dan yang tidak kalah penting ikhlas dalam menjalankan usaha.


Ketika kita hendak memulai usaha bisnis darimana kita terlebih dahulu memulainya? DR (HC). Ir.Ciputra pernah berkata “lebih baik kita bertengkar selama masa perencanaan daripada bertengkar selama masa pelaksanaan” dengan kata lain tuntaskan sebanyak mungkin pertanyaan dan permasalahan usaha bisnis sebelum usaha tersebut dilakukan. Sekian artikel tentang Resiko bisnis ini, semoga artikel ini bisa berguna bagi para pembaca. Terimakasih

Sunday, April 17, 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 6.- Studi Kelayakn Bisnis

Suatu kegiatan bisnis pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Investor berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Ketika seseorang atau sekelompok orang hendak membangun sebuah bisnis, seringkali ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan. Pertimbangan utama dalam membangun sebuah bisnis pastinya menyangkut pada profit. Pertanyaan yang akan muncul dalam proses pertimbangan tersebut biasanya berkutat pada apakah bisnis yang tengah dirintis dan dikembangkan akan menguntungkan atau tidak. Bila menguntungkan, apakah keuntungan tersebut akan berpotensi untuk terus bertambah ataukah hanya akan stagnant? 

Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dibutuhkan sebuah penelitian yang ditinjau dari berbagai aspek. Penelitian tersebut nantinya dapat menjadi dasar dari pertimbangan-pertimbangan pelaku usaha untuk menilik apakah sebuah bisnik layak untuk dikerjakan, ditunda, atau bahkan dibatalkan. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebuah bisnis dinamakan studi kelayakan bisnis.

Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu :
  1. Berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud iyalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis,
  2. Berdasarkan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud iyalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan serta dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.

Aspek-aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis

Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Studi Kelayakan Bisnis, yaitu:
1. Aspek hukum .
Menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku diantaranya :
  1. Izin lokasi
  2. Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Surat tanda daftar perusahaan
  5. Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
  6. Surat tanda rekanan dari pemda setempat
  7. SIUP setempat
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya.
Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar ,  karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut, diantaranya:
  1. Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.
  2. Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita penduduk setempat, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR.
  3. Dan dari segi sosial, apakah dengan adanya bisnis kita, menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat dan untuk mendapatkan itu semua adalah dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.
3. Aspek pasar dan pemasaran.
menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha yang dilakukan, dapat dilihat dengan hal-hal berikut :
  1. Potensi pasar
  2. Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
  3. Tentang perkembangan atau pertumbuhan penduduk
  4. Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dan lain-lain.
  5. Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk dapat meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
4. Aspek teknis dan teknologi .
Menyangkut pemilihan lokasi, alat-alat, yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, lay out, serta pemilihan teknologi yang sesuai.
5. Aspek manajemen .
Menyangkut pembangunan serta operasional.
6. Aspek keuangan
Menyangkut sumber dana yang akan diperoleh serta proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal serta sumber dana yang bersangkutan.

Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis

1.    Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual dan menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
•    ide proyek sesuai dengan kata hatinya
•    pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
•    keyakinan akan kemampuan proyek menghasilkan laba.

2.    Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
•    mengumpulkan data
•    mengolah data
•    menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
•    menyimpulkan hasil
•    membuat laporan hasil

3.   Tahap Evaluasi.
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif. Ada 3 macam evaluasi:
•    mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
•    mengevaluasi proyek yang akan dibangun
•    mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.

4.   Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian yang telah ditentukan.

5.   Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen.

6.   Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja secaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.

HASIL STUDI KELAYAKAN BISNIS

Hasil studi kelayakan bisnis merupakan sebuah kumpulan dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang mampu memperlihatkan bagaimana sebuah rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif dari berbagai aspek yang diteliti. Jika laporan studi kelayakan bisnis dapat menunjukkan banyak nilai positif dalam sebuah rencana bisnis, maka proyek bisnis tersebut dapat disebut sebagai sebuah proyek bisnis yang layak dan mampu untuk dieksekusi. Jika ternyata hasil dalam laporan studi kelayakan bisnis menunjukkan jumlah nilai-nilai negatif sama atau justru lebih tinggi dari nilai-nilai positif, maka proyek bisnis tersebut lebih baik ditunda atau justru dibatalkan.

Sunday, April 10, 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 5. - Teori Kebutuhan Abraham Malsom

Abraham Maslow mengembangkan teori kepribadian yang telah mempengaruhi sejumlah bidang yang berbeda, termasuk pendidikan. Ini pengaruh luas karena sebagian tingginya tingkat kepraktisan’s teori Maslow. Teori ini akurat menggambarkan realitas banyak dari pengalaman pribadi. Banyak orang menemukan bahwa mereka bisa memahami apa kata Maslow. Mereka dapat mengenali beberapa fitur dari pengalaman mereka atau perilaku yang benar dan dapat diidentifikasi tetapi mereka tidak pernah dimasukkan ke dalam kata-kata.
Maslow adalah seorang psikolog humanistik. Humanis tidak percaya bahwa manusia yang mendorong dan ditarik oleh kekuatan mekanik, salah satu dari rangsangan dan bala bantuan (behaviorisme) atau impuls naluriah sadar (psikoanalisis). Humanis berfokus pada potensi. Mereka percaya bahwa manusia berusaha untuk tingkat atas kemampuan. Manusia mencari batas-batas kreativitas, tertinggi mencapai kesadaran dan kebijaksanaan. Ini telah diberi label “berfungsi penuh orang”, “kepribadian sehat”, atau sebagai Maslow menyebut tingkat ini, “orang-aktualisasi diri.”
Maslow telah membuat teori hierarkhi kebutuhan. Semua kebutuhan dasar itu adalah instinctoid, setara dengan naluri pada hewan. Manusia mulai dengan disposisi yang sangat lemah yang kemudian kuno sepenuhnya sebagai orang tumbuh. Bila lingkungan yang benar, orang akan tumbuh lurus dan indah, aktualisasi potensi yang mereka telah mewarisi. Jika lingkungan tidak “benar” (dan kebanyakan tidak ada) mereka tidak akan tumbuh tinggi dan lurus dan indah.


Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar. Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada. Ini termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan murni. Dalam tingkat dari lima kebutuhan dasar, orang tidak merasa perlu kedua hingga tuntutan pertama telah puas, maupun ketiga sampai kedua telah puas, dan sebagainya.Kebutuhan dasar Maslow adalah sebagai berikut:


1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak harus di penuhi untuk memelihara homeostatis biologis dan kelangsungan hidup bagi setiap manusia.kebutuhan ini dapat mengakibatkan sakit bahkan sampai mati jika tidak terpenuhi.oleh karena itu kebutuhan fisiologis berada di urutan pertama atau teratas oleh Abraham maslom.

Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Konsep dasar keamanan dan keselamatan terkait dengan kemampuan seseorang dalam menghindari bahaya, yang ditentukan oleh pengetahuan dan kesadaran serta motivasi orang tersebut untuk melakukan tindakan pencegahan. 
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan semacamnya.

3. Kebutuhan Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita pasti membutuhkan yang salah satunya yaitu Kebutuhan sosial. Kebutuhan Sosial adalah suatu kebutuhan yang berhubungan dengan lingkungan atau yang lainnya.

Misalnya adalah : Memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain
.

4. Kebutuhan Percaya Diri (Esteem)

Dalam kategori ini dibagi menjadi dua jenis, Eksternal dan Internal.
Penilaian percaya diri internal merupakan penilaian terhadap hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal diri. Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di peroleh dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidak tergantungan dan kebebasan.
Sedangkan Penilaian Percaya Diri eksternal Meliputi prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian,kedudukan, nama baik serta penghargaan. Penghargaan dari orang lain sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan penghargaan itu seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percaya akan diri sendiri dan juga lebih produktif.


5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Sunday, April 3, 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan Part 4. - Demand


A. Pengertian Demand


Demand dalam ilmu ekonomi merupakan suatu permintaan barang yang memiliki nilai atau harga oleh konsumen. Permintaan masyarakat terhadap barang pada umumnya berbeda-beda. Permintaan ini timbul karena adanya kebutuhan seseorang terhadap barang tertentu.



B. Hukum Permintaan
Hukum permintaan mengatakan bahwa jumlah barang yang diminta akan selalu berbanding terbalik dengan harganya, permintaan artinya jika harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan berkurang sebaliknya jika harga barang turun, maka jumlah barang yang diminta akan bertambah. Hukum permintaan tersebut akan berlaku bila keadaan yang lain ceteris paribus (tetap). Keadaan lain yang dimaksud adalah pendapatannya tetap, seleranya tetap, harga barang yang lain tetap, dan tidak ada barang substitusi. Permintaan dapat digolongkan menjadi tiga.
  1. Permintaan efektif (effective demand) adalah permintaan terhadap suatu barang yang disertai dengan kemampuan untuk membayar harga barang tersebut.
  2. Permintaan absolut (absolute demand) adalah permintaan terhadap suatu barang yang tidak disertai dengan kemampuan untuk membayar harga barang tersebut.
  3. Permintaan potensial (potential demand) adalah permintaan yang memiliki kemampuan membeli tetapi belum melaksanakan pembelian

C. Jenis Permintaan

Ditinjau dari daya beli konsumen, permintaan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

 1. Permintaan Absolut
     Permintaan yang tidak diikuti oleh daya beli. Permintaan absolut lebih merupakan angan-angan
 2. Permintaan Potensial
     Permintaan yang memiliki daya beli, namun belum dilaksanakan
 3. Permintaan Efektif
     Permintaan yang disertai daya beli dan dilaksanakan

Ditinjau dari jumlah yang melakukan permintaan, permintaan dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

 1. Permintaan Individu
     Permintaan terhadap produk tertentu
 2. Permintaan Pasar
     Penjumlahan permintaan individu

D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Permintaan suatu barang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain sebagai berikut.
a. Pendapatan atau penghasilan masyarakat.
b. Distribusi pendapatan masyarakat.
c. Selera konsumen terhadap barang.
d. Jumlah penduduk.
e. Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut.
f. Prediksi masyarakat tentang kondisi di masa yang akan datang.
g. Adanya barang substitusi.
h. Kegunaan akan suatu barang.

Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi pergeseran kurva permintaan, akan tetapi ada tiga macam barang di mana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku, yaitu:
  • barang giffen, adalah barang inferior (barang bermutu rendah) yang efek pendapatannya lebih besar daripada efek substitusinya,
  • barang spekulasi, adalah bila konsumen berharap bahwa harga barang di masa mendatang akan mengalami kenaikan, maka kenaikan harga sekarang justru diikuti dengan kenaikan permintaan,
  • barang prestise, adalah kesediaan konsumen untuk membayar barang dengan harga yang lebih tinggi, karena unsur prestise, misal pakaian bekas milik orang kenamaan, lukisan karya pelukis terkenal, dan sebagainya.

     Jadi kesimpulannya adalah, Kita harus bisa menyeimbangi antara supply dan demand, karna kedua hal ini berfungsi untuk menyeimbangi pasar, bila salah satu dari kedua hal ini tidak seimbang, makan pasar di negara tersebut akan kacau dan mengalamai inflasi. Mungkin sekian yang dapat saya bahas untuk demand ini, Terimakasih



luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com